Manfaat Sebuah Shalawat

Hari itu kira-kira 3 hari sebelum Gempa di bantul yogya terjadi.
Aku berada di semarang bersama kawan2 yg menamakan diri mereka "semut hitam".
Mereka itu adalah perkumpulan pemuda-pemuda seperti majelis taklim,
tapi mereka lebih kepada pelajaran hal-hal spiritual.

Dan aku yang kebetulan kenal saja dengan ketua mereka, sering kumpul silaturahmi saja tanpa ikut lebih jauh kegiatan pelajaran mereka.
Hari itu, mereka berencana akan menghadiri acara Haul seorang Habib Besar di masjid Riyadh daerah Solo jawa tengah dan aku pun tertarik untuk ikutserta bersama mereka.
Kami pun lalu berangkat dengan menggunakan salah satu kendaraan anggota perkumpulan mereka, kurang lebih 2 jam perjalanan darat dari semarang kami pun tiba dilokasi tujuan.

Sesampainya dilokasi ternyata jemaah yg hadir sudah penuh sesak hingga membludak dijalanan sekitar Masjid Utama tempat acara berlangsung, semua jemaa'ah yang hadir disana berebutan berusaha cari tempat terbaik dan yang paling utama mendekati masjid dimana didalamnya telah kumpul para Habaib dari berbagai daerah di indonesia.

Kami pun berencana untuk dapat masuk kedalam masjid itu walau sepertinya mustahil, karna banyaknya manusia yang hadir dan lokasi kami saat itu sekitar 100 meter dari lokasi yang dituju.

Lalu aku berinisiatif memimpin jalan mereka, aku bilang ke mereka; 'ikut dibelakangku kita akan masuk ke masjid itu'.
Aku lalu baca bismillah dan shalawat terus menerus sambil focus jalan menuju pintu masjid utama,

Yang aku lihat rasakan saat itu seperti aku berada di tanah suci yang sangatlah ramai sekali dan masjid itu seperti Kabbah.
aku terus berjalan perlahan menuju masjid yang dituju dengan terus melantunkan shalawat dan mereka dibelakangku dengan saling berpegangan dan ikut bershalawat bersamaku.

Masya Allah dari orang segitu banyak didepanku yang semuanya juga berusaha menuju masjid itu mereka tiba2 berjalan seperti menghindar dengan melangkah ke kiri dan kekananku, terus seperti itu hingga aku dan rombongan tiba di muka pintu utama masjid.
Masya Allah saya dan rombongan berhasil masuk kedalam masjid tanpa halangan berarti dan anehnya tidak ada orang lain lagi boleh masuk kedalam setelah kami masuk.
Maka satu persatu prosesi haul hingga makan nasi kebuli (nasi Khas Arab) aku ikuti dengan khusyuk dan perasaan senang karna bisa salam salim dan melihat langsung para ulama dan habib besar indonesia disana kumpul dan dekat dengan mereka.
Usai acara ternyata kawanku bilang kamu mau ketemu khusus nggak dengan para habib, Hal itu ternyata tidak semua punya akses kecuali kelompok yang sudah dikenal majelis taklimnya oleh panitia.
Lalu kawanku yang punya akses benar-benar mngajakku ke rumah tempat kumpul para habib seusai acara dimasjid besar, dan aku dipesankan oleh kawanku agar beli air mineral sebelumnya untuk didoakan nanti.
Sesuai pesannya maka aku pun beli air mineral itu dengan jumlah tidak tanggung-tanggung sampe 3 botol besar air mineral.
Ternyata orang2 majelis taklim antre bergiliran bertemu satu persatu habib yg duduk disana dgn botol air mineral mereka (rata-rata mereka cuma bawa 1 botol air mineral, sedangkan aku bawa 3 botol).
Akhirnya Tibalah giliranku sowan salam salim kepada para Habaib dan ketika aku memberikan botol2 airku untuk mohon didoakan seorang habib bertanya untuk apa? Aku jawab botol ini untuk urusan ini, botol ini untuk urusan itu, botol itu untuk urusan ini itu....
Sang habib cuma tersenyum lalu bilang 'singkirkanlah itu, kamu tidak perlukan, sini mendekat'
Lalu aku dipeluknya dan diciumnya kepalaku sambil dia bilang baca shalawat dan Al-fatihah, lalu aku pun membacanya.
Rasanya merinding saat itu bahkan saat aku menulis ini pun masih terasa sebuah energi yg kurasakan saat itu.
Setelah itu aku dipukul pelan 3x di punggungku, 'sudah cukup buatmu'
Lalu aku beranjak lanjut salam salim kepada para habib2 yg lainnya, begitu seterusnya sampe kurang lebih ada 15 habib seingatku yg mereka hampir semua mndoakan langsung kpdku tanpa media air mineral seperti jemaah lainnya diruangan itu.
Banyak sekali manfaat dari sebuah shalawat dan itulah salah satu cerita pengalamanku yg benar2 aku rasakan yg bisa aku bagikan untuk pelajaran diri dan sesama yang membaca.

Tamat

Ekoyudo Heriyanto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manfaat Tebu Hitam