Ingat Kembali Dengan Sebuah Jeruk Nipis
Masa Mudaku banyak sekali diisi dengan ikut kegiatan-kegiatan komunitas/perkumpulan sampe hari ini pun, Alhamdulillah saya masih dipercaya menjadi ketua salah satu club otomotif R4 di lampung.
Kali ini saya mau bercerita saat waktu sebelumnya, dikala saya masih ikut komunitas motor "Tiger Club".
Touring menjadi kegiatan yang paling sering dilakukan dalam perkumpulan itu, kali ini saya akan ceritakan perjalanan touring saya bersama salah satu Senior Club motor sebut saja "Mega Pro Club" yang juga pemilik sebuah bengkel motor ternama di kalangan anak komunitas, dan motorku pun langganan ditempatnya.
Walau beda club aku dan dia akrab karna seringnya nongkrong bareng dibengkelnya.
Pada suatu hari beliau mengajakku single Touring, hanya berdua dengannya dengan motor masing-masing,
Tujuan Touringnya ke kampung halamannya di daerah Lubuk Linggau Musi Rawas Sumatra selatan, jarak tempuh dengan motor sekitar 8-9 jam perjalanan nonstop dari kotaku di Bandar Lampung.
Maka kami pun berangkat dihari yang ditentukan, alhamdulillah perjalanan berangkat kami selamat sampai tujuan tanpa kendala berarti dan sesuai perhitungan tempuh sekitar 8 jam lebih dikit sampainya.
Singkat cerita setelah semua aktivitas yang menjadi tujuannya di sana selesai selama 2 hari, kami pun berangkat Touring balik ke bandar lampung.
Dalam perjalanan balik itu mulai dari start di pagi hari wahtu dhuha kami berangkat, perasaanku sangat tidak nyaman entah kenapa, aku cuma berdzikir dgn istighfar dan shalawat dalam berkendara.
Makin lama kami berjalan meninggalkan kota Lubuk Linggau, aku merasa motornya kawan itu makin melaju kencang didepanku tanpa bisa aku kejar, padahal cc motornya masih dibawah motorku dan saat itu speed motorku aku lihat sudah 120km,
Aku pun mulai was-was (maklum gak suka kebut-kebutan), lalu didalam penglihatanku motor kawan itu seperti melayang jalannya dan ada yang berbayang goyang-goyang.
Aku coba klakson dengan maksud mengingatkannya untuk Pelan sedikit, tapi nampaknya dia tidak mendengar kodeku.
Beberapa Km perjalanan aku berusaha menyusul dan klakson tapi tetap tidak bisa.
Akhirnya disebuah Tikungan daerah bukit dan tebing didaerah sebelum kota Baturaja, sebuah bus besar dari arah berlawanan datang dengan seenaknya mengambil jalur kami, sehingga membuat kawanku menghindar dan terbang bersama motornya menabrak tebing bukit didepannya melewati saluran Got yang lebarnya 1 meteran.
Spontan aku juga ikut berhenti dan terus istighfar kaget (sempat memaki bus yang sembrono tadi dan berniat mengejarnya tapi aku urungkan karna lebih memikirkan keadaan kawanku).
Lalu mendekati posisi dia terjatuh dan berdiri sekitar 5 meter dari kawanku yang masih diam tersungkur tak bergerak dengan helmnya ditanah tanpa berbuat apa2.
Saat itu aku hanya memperhatikannya tubuhnya yang seperti ada bayangan goyang-goyang yang menyelimuti tubuhnya yang tidak bergerak,
Tidak lama warga berlarian datang berusaha menolongnya dan mengangkatnya (kebetulan lokasi kejadian memang dekat perkampungan rumah-rumah dipinggir jalan), mereka yang langsung berusaha menuju kawanku untuk menolongnya.
Sebelum mereka sempat menyentuhnya tiba-tiba aku berkata; "jangan menyentuhnya, biarkan dulu tubuhnya masih kaget belum stabil". Alhamdulillah warga mengerti dan menurutiku.
Aku lupa saat itu aku membaca amalan apa (yang jelas sebuah doa untuk kawanku tersebut) lalu kukirimkan kepada kawanku itu,
Perlahan setelah aku mendoakannya, aku melihat tubuh kawanku dengan jelas tanpa ada berbayang lagi,
Maka setelah itu kurang lebih 15 menitan waktu berlalu dari kejadian, aku minta tolong warga yang sudah berkumpul untuk bantu mengangkatnya.
Dirumah salah satu warga setempat beliau dibawa masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, warga setempat sempat ingin membawanya ke rumah sakit saja tapi aku bilang sabar tunggu dulu,
setelah beberapa menit dirumah tersebut (sambil aku terus berdzikir dan berdoa kepadanya) perlahan dia mulai sadar, aku lihat tidak ada luka berarti hanya lecet2, tapi aku yakin ada luka didalamnya. Setelah dia siuman maka dia kayak orang linglung bingung tidak mengenaliku dan juga sekitarnya, bahkan namanya dia juga tidak tau.
Dia terus ngoceh seperti orang panik dengan berkata; "aku ada dimana, siapa kalian? dan kulihat sesekali dia merintih saat menggerakkan tangannya yg mungkin terluka dalam.
Dalam keadaan itu aku coba telpon guru spiritualku dengan sebelumnya ngebatin memanggilnya,
Masya Allah dia sudah tau aku lagi panik karna musibah, lalu dia menyuruhku mencari jeruk nipis yang kebetulan saat itu tuan rumah punya.
Jeruk nipis itu dibelah dua dan aku disuruh baca Istighfar Syahadat Shalawat dan usapkan jeruk itu kepada muka kawanku.
Setelah itu aku disuruh pegang disekitar ulu hatinya dan jantungnya dan kembali membaca amalan yang diperintahkan melalui telepon, sesekali aku diperintahkan tekan jarimu lalu aku tekan yang membuat kawanku merintih kesakitan.
Setelah itu diminumkan air jeruk nipis bekas baluran tadi oleh kawanku.
Masya Allah hanya beberapa menit dia memanggil namaku; "eko dimana kita?" dia berusaha mengingat, lalu berkata; "itu bus atau apa ya yang nabrak aku lihatnya Gelap Besar dari depanku tadi?.
Alhamdulillah aku lega senang karna dia bisa pulih ingatannya, semua berkat doa dan syariat Jeruk Nipis.
Akhirnya setelah memastikan kondisi badan dan motornya, Kami pun menyewa mobil pick up untuk meneruskan perjalanan balik ke bandar lampung dengan menaikkan kedua motor kami keatasnya,
Kami sempat mampir dahulu ke saudaranya kawan dikota baturaja yang kebetulan tidak jauh dari lokasi kejadian.
Disana kawanku dicek mengalami retak dilengannya menurut tukang urut daerah setempat dan motornya pun rusak sehingga tidak mungkin melanjutkan perjalanan tsb.
Alhamdulillah, sejak kejadian itu menjadi pelajaran bagi kami berdua untuk lebih berhati-hati dalam bermotor, Dan karna kejadian itu juga kawanku tidak lagi diizinkan keluarganya bawa motor besar dan dia bertobat untuk kebut-kebutan saat berkendara terutama motor.
Tamat
Eko yudo Heriyanto
Kali ini saya mau bercerita saat waktu sebelumnya, dikala saya masih ikut komunitas motor "Tiger Club".
Touring menjadi kegiatan yang paling sering dilakukan dalam perkumpulan itu, kali ini saya akan ceritakan perjalanan touring saya bersama salah satu Senior Club motor sebut saja "Mega Pro Club" yang juga pemilik sebuah bengkel motor ternama di kalangan anak komunitas, dan motorku pun langganan ditempatnya.
Walau beda club aku dan dia akrab karna seringnya nongkrong bareng dibengkelnya.
Pada suatu hari beliau mengajakku single Touring, hanya berdua dengannya dengan motor masing-masing,
Tujuan Touringnya ke kampung halamannya di daerah Lubuk Linggau Musi Rawas Sumatra selatan, jarak tempuh dengan motor sekitar 8-9 jam perjalanan nonstop dari kotaku di Bandar Lampung.
Maka kami pun berangkat dihari yang ditentukan, alhamdulillah perjalanan berangkat kami selamat sampai tujuan tanpa kendala berarti dan sesuai perhitungan tempuh sekitar 8 jam lebih dikit sampainya.
Singkat cerita setelah semua aktivitas yang menjadi tujuannya di sana selesai selama 2 hari, kami pun berangkat Touring balik ke bandar lampung.
Dalam perjalanan balik itu mulai dari start di pagi hari wahtu dhuha kami berangkat, perasaanku sangat tidak nyaman entah kenapa, aku cuma berdzikir dgn istighfar dan shalawat dalam berkendara.
Makin lama kami berjalan meninggalkan kota Lubuk Linggau, aku merasa motornya kawan itu makin melaju kencang didepanku tanpa bisa aku kejar, padahal cc motornya masih dibawah motorku dan saat itu speed motorku aku lihat sudah 120km,
Aku pun mulai was-was (maklum gak suka kebut-kebutan), lalu didalam penglihatanku motor kawan itu seperti melayang jalannya dan ada yang berbayang goyang-goyang.
Aku coba klakson dengan maksud mengingatkannya untuk Pelan sedikit, tapi nampaknya dia tidak mendengar kodeku.
Beberapa Km perjalanan aku berusaha menyusul dan klakson tapi tetap tidak bisa.
Akhirnya disebuah Tikungan daerah bukit dan tebing didaerah sebelum kota Baturaja, sebuah bus besar dari arah berlawanan datang dengan seenaknya mengambil jalur kami, sehingga membuat kawanku menghindar dan terbang bersama motornya menabrak tebing bukit didepannya melewati saluran Got yang lebarnya 1 meteran.
Spontan aku juga ikut berhenti dan terus istighfar kaget (sempat memaki bus yang sembrono tadi dan berniat mengejarnya tapi aku urungkan karna lebih memikirkan keadaan kawanku).
Lalu mendekati posisi dia terjatuh dan berdiri sekitar 5 meter dari kawanku yang masih diam tersungkur tak bergerak dengan helmnya ditanah tanpa berbuat apa2.
Saat itu aku hanya memperhatikannya tubuhnya yang seperti ada bayangan goyang-goyang yang menyelimuti tubuhnya yang tidak bergerak,
Tidak lama warga berlarian datang berusaha menolongnya dan mengangkatnya (kebetulan lokasi kejadian memang dekat perkampungan rumah-rumah dipinggir jalan), mereka yang langsung berusaha menuju kawanku untuk menolongnya.
Sebelum mereka sempat menyentuhnya tiba-tiba aku berkata; "jangan menyentuhnya, biarkan dulu tubuhnya masih kaget belum stabil". Alhamdulillah warga mengerti dan menurutiku.
Aku lupa saat itu aku membaca amalan apa (yang jelas sebuah doa untuk kawanku tersebut) lalu kukirimkan kepada kawanku itu,
Perlahan setelah aku mendoakannya, aku melihat tubuh kawanku dengan jelas tanpa ada berbayang lagi,
Maka setelah itu kurang lebih 15 menitan waktu berlalu dari kejadian, aku minta tolong warga yang sudah berkumpul untuk bantu mengangkatnya.
Dirumah salah satu warga setempat beliau dibawa masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, warga setempat sempat ingin membawanya ke rumah sakit saja tapi aku bilang sabar tunggu dulu,
setelah beberapa menit dirumah tersebut (sambil aku terus berdzikir dan berdoa kepadanya) perlahan dia mulai sadar, aku lihat tidak ada luka berarti hanya lecet2, tapi aku yakin ada luka didalamnya. Setelah dia siuman maka dia kayak orang linglung bingung tidak mengenaliku dan juga sekitarnya, bahkan namanya dia juga tidak tau.
Dia terus ngoceh seperti orang panik dengan berkata; "aku ada dimana, siapa kalian? dan kulihat sesekali dia merintih saat menggerakkan tangannya yg mungkin terluka dalam.
Dalam keadaan itu aku coba telpon guru spiritualku dengan sebelumnya ngebatin memanggilnya,
Masya Allah dia sudah tau aku lagi panik karna musibah, lalu dia menyuruhku mencari jeruk nipis yang kebetulan saat itu tuan rumah punya.
Jeruk nipis itu dibelah dua dan aku disuruh baca Istighfar Syahadat Shalawat dan usapkan jeruk itu kepada muka kawanku.
Setelah itu aku disuruh pegang disekitar ulu hatinya dan jantungnya dan kembali membaca amalan yang diperintahkan melalui telepon, sesekali aku diperintahkan tekan jarimu lalu aku tekan yang membuat kawanku merintih kesakitan.
Setelah itu diminumkan air jeruk nipis bekas baluran tadi oleh kawanku.
Masya Allah hanya beberapa menit dia memanggil namaku; "eko dimana kita?" dia berusaha mengingat, lalu berkata; "itu bus atau apa ya yang nabrak aku lihatnya Gelap Besar dari depanku tadi?.
Alhamdulillah aku lega senang karna dia bisa pulih ingatannya, semua berkat doa dan syariat Jeruk Nipis.
Akhirnya setelah memastikan kondisi badan dan motornya, Kami pun menyewa mobil pick up untuk meneruskan perjalanan balik ke bandar lampung dengan menaikkan kedua motor kami keatasnya,
Kami sempat mampir dahulu ke saudaranya kawan dikota baturaja yang kebetulan tidak jauh dari lokasi kejadian.
Disana kawanku dicek mengalami retak dilengannya menurut tukang urut daerah setempat dan motornya pun rusak sehingga tidak mungkin melanjutkan perjalanan tsb.
Alhamdulillah, sejak kejadian itu menjadi pelajaran bagi kami berdua untuk lebih berhati-hati dalam bermotor, Dan karna kejadian itu juga kawanku tidak lagi diizinkan keluarganya bawa motor besar dan dia bertobat untuk kebut-kebutan saat berkendara terutama motor.
Tamat
Eko yudo Heriyanto
Komentar
Posting Komentar