Firasat sebelum Gempa
Dimulai dari perjalanan bersama kawan-kawan Padepokan Spiritual dari semarang.
Saat itu kami baru saja selesai menghadiri acara Haul Seorang Habib di Kota Solo Jawa tengah, lalu kami meneruskan perjalanan ke yogyakarta,
Tepatnya di daerah bantul tapi saya lupa nama desanya,
Yang aku ingat kalau tidak salah dari desa tersebut bisa terlihat samar2 gunung merapi dan juga dekat jaraknya dengan Pantai selatan,
Setelah menempuh perjalanan dari Solo sekitar 1,5 jam kami pun tiba dikediaman seorang kyai kampung didaerah tersebut, beliau merupakan kawan akrab mas agus sang ketua padepokan.
Hampir isya yang aku ingat saat sampai dirumahnya dan saat kami sampai disambut oleh istri dan anaknya karna kebetulan sang kyai sedang hadiri undangan acara tahlilan.
Kami yg berjumlah kurang lebih 5 orang dan laki2 semua memilih menunggu diteras depan rumah sampai sang kyai balik.
Malam itu hawanya sangat gerah panas terasa, mungkin ada hubungannya dengan gunung merapi yang lagi aktif saat itu.
Sambil menunggu pak kyai datang, saya yang waktu itu orangnya tidak bisa diam memilih berjalan santai keliling rumahnya, letak rumahnya agak jauh dari rumah lainnya, jadi hanya dikelilingi halaman dan pohon2 rindang yang mulai seram terlihat malam itu.
Saat berjalan itu dalam kegelapan malam dengan samar2 sinar rembulan beberapa kali saya melihat bayangan2 hitam yang tidak jelas diantara pepohonan disekitar rumah itu.
Hawa sedikit merinding mulai menyerangku yang saat itu posisiku sudah dibagian luar belakang rumah, dan karna rasa mual mulai mau datang,
aku pun segera balik kanan menuju kembali ke teras depan dimana kawan2 lagi asyik istirahat.
Seorang kawanku yg merupakan ketua rombongan tampaknya ngerti dengan kegelisahanku saat itu, maklum dia memang ahli spiritual.
Sebut saja Agus namanya; dia tersenyum lalu berkata; "makanya ojo pecicilan, mual kan? Wes di sini aja tunggu pak kyai balik".
Aku yang penasaran balik bicara; "Gus, ini rumah kug seperti 'Rame' bener ya?
Agus menjawab sekenanya tanpa mau menjelaskan lebih lanjut: "Iyolah seneng sama pak kyai mungkin".
Lalu aku pun tidak melanjutkan pertanyaanku, cuma bilang tiba" ; yaudah ntar aku tanya2 ah sama kyainya, itu orangnya lagi jalan pulang".
Terus anggota rombongan yg lain yg mendengarku bicara berkata; "gak mungkin lah ko, tahlilan itu lama, tadi kata istrinya saja blum lama berangkatnya saat kita tiba".
Akhirnya omonganku yang tiba2 tadi sekenanya ternyata benar, sekitar gak sampai 5 menit ada seseorang yg terlihat datang dari kejauhan, dan ternyata itulah kyai yg kami tunggu.
Alhamdulillah, setelah Salam salim silaturahmi, "dia langsung berkata maaf ya bikin lama menunggu". (Padahal kami belum lama datang dan pas kedatangan beliau pun adzan isya baru berkumandang. setelah itu kami pun masuk bersamanya kedalam rumah.
Kami pun lalu melaksanakan salat isya berjamaah dirumah yg sederhana itu.
Setelah itu mulailah kami saling berkenalan interaksi komunikasi, dimulai dari pak kyai yg bercerita; "Tadi saya diundang acara tahlil, tapi saya sesampainya sana saya mengutus lainnya untuk mewakili lalu izin pada tuan rumah untuk mendoakan nanti dari rumah saja, lalu izin balik karna saya diberitahu ada tamu istimewa datang dirumah.
Bagi agus ketua rombongan kami tidaklah kaget dengan omongannya pak kyai karna dia kenal dan mengerti betul kemampuan spiritual sang kyai.
Seorang kyai yang terbilang sekitar berumur 48 tahunan gitu menurutku berkulit sawo matang bersih.
Niatku untuk mulai bertanya hal2 gaib pun dimulai, dimulai tiba2 mulutku nyeplos; 'pak kyai, itu kenapa diatap rumah ini ada orang duduk besar sekali seperti manusia purba?
Pak kyai pun menatapku dan cuma senyum2; "ngeliat ya kamu ko?
Aku jawab; "tidak lihat pak kyai, cuma perasaanku saja,".
Lalu dia beranjak dari tempat duduknya dan memanggilku; "sini ikut saya!!...
Bersama mas agus kawanku dan 2 anggota padepokannya yang masih muda dan baru bergabung padepokan katanya, aku pun lalu mengikuti ajakan pak kyai.
Aku diajaknya masuk kedalam rumah lagi kebagian belakang, si sebuah ruangan makan sepertinya, aku diminta dia "coba ko disini ada apa dan dimana posisinya? (Sepertinya pak kyai lagi mengujiku)...
Aku pun bilang: "maaf saya gak tau pak kyai...
Tapi pak kyai terus menyuruhku sambil memukul pelan punggungku; sudah sekena jawabmu saja pejamkan sejenak matamu dan rasakan, perintah sang kyai.
'Aku pun mulai menuruti perintahnya, aku pejamkan mata dengan telapak tanganku terbuka didepan tubuhku berusaha merasakan hawa disekitar dan melangkah pelan2...
Lalu tiba2 Seperti ada sesuatu yg menarik tanganku untuk bergerak menuju tempat tertentu diruang itu dan hawanya Panas, lalu rasa mual mulai terasa lumayan hebat, dan aku pun mengoceh; ini pasti ada disini ya pak kyai sambil aku menunjuk tempatnya.
"Pintar, (Tanpa memberitahu ada apa disitu) jawabnya.
"ayo sini lagi, aku dibawanya ke sebuah sumur dibagian belakang rumahnya tapi masih didalam rumah posisinya,
Lagi-lagi pak kyai bertanya: "sekarang disini energi apa yang terasa?
Aku pejamkan mata sejenak lalu tidak lama mulai terasa sesuatu yg berputar putar seperti angin melililit tanganku dan menyedot kedalam sumur itu, pak kyai mungkin mengerti, karnanya langsung menarikku lenganku.
"Gimana rasanya? Tanyanya.
"Seperti ada energi pusaran yang menarik masuk kedalam sumur itu pak kyai, jawabku seadanya entah bener atau tidak.
Pak kyai berkata lagi; "iya bener, itu makanya di kasih cincin sumur di semen amblas terus kebawah".
Belum selesai disitu ternyata beliau mengajakku berkeliling rumahnya untuk merasakan hawa energi yang aku tidak mengerti apa itu.
Kali ini dia mengajakku masuk kesebuah kamar tidur, dan diruang ini tanpa aku pejamkan mata sudah terasa hawa yang sangat beda dengan ruangan lainnya yang gerah panas,
Diruang tidur ini terasa Hawa yang sangat dingin tapi sejuk, seperti ada air yang membasahi dalam dadaku yang membuat nyaman rasanya tenang.
"Nah sekarang di kamar tidur ini apa yg dirasakan? Tanya sang kyai.
Aku pun menjawab seperti tadi yg aku rasakan yaitu; Dingin sejuk adem bikin tenang nyaman pak kyai, dada ini kayak ada yg nyirami air".
Pak kyai hanya senyum2 saja tanpa membenarkan omonganku.
Lalu dia berkata; "ayo sudah cukup kita kedepan lagi, biar kalian bisa istirahat".
Sesampainya diruangan tamu didepan yang luas (memang ciri khas rumah jawa ruangan tamunya luas). Disana sudah disiapkan tikar buat kami berbaring istirahat, maklum rumahnya tidak mencukupi kamar untuk kami semua.
Aku pun lalu cari posisi tempat untuk berbaring, sementara mas agus dan pak kyai masih asyik ngobrol dipojokkan ruang itu juga.
Salah satu rombongan tiba2 izin kebelakang untuk ke toilet karna sakit perut katanya,
Pak kyai tiba2 berkata; "jangan ngelamun ya di toilet nanti ketiduran".
Kami tidak mengerti maksud kata-kata pak kyai itu, lalu bertanya;
"Pak kyai masa bisa orang ditoilet tiduran?.
Lalu dia menjawab sambil senyum2; " ya cuma ngingetin aja karna dulu pernah ada orang yang tidur disitu".
Gak lama setelah kawan pertama pergi ke toilet sekitar 15 menitan, menyusul lagi salah satu orang rombongan lainnya yang tiba-tiba izin mau gunakan toilet karna sakit perut.
Mulailah kejadian tidak masuk akalku terjadi, kawan yang baru mau gunakan toilet yang cuma satu dirumah itu memanggil pak kyai dan kami yang berada diruang tamu, katanya itu si Anu (saya lupa namanya) saya ketok-ketok pintu toiletnya tidak menyahut, dan begitu saya coba intip (Toiletnya hanyalah ruang kecil bertembok bata yang tidak tinggi sampai atap jadi bisa dilihat dengan bantuan pijakan kursi dan lainnya)..
Saya lihat dia jongkok dan merem matanya pak kyai, lalu pak kyai bersama kami ke belakang,
Sesampainya di depan pintu toilet "pak kyai seperti membaca sesuatu tapi aku tidak mendengarnya.
Dan dia gedor pintu itu panggil nama si anu, seketika itu juga terdengar jawaban "iya pak kyai"
Lalu pak kyai bilang; "kalau sudah gantian, ini kawanmu menunggu".
Tak lama dia pun keluar dan berganti kawan satunya yang masuk karna sudah tidak tahan, kami pun tertawa melihatnya terheran - heran karna kami rame didepan toilet.
"Kamu itu ngapain tidur tadi di toilet? ;kata mas agus.
Namun si anu dengan merasa bingung bilang"sapa yang tidur???.
Kami pun kembali lagi ke ruang tamu setelahnya.
Lagi2 kejadian itu berulang, kali ini mas agus yang bertanya; itu kenapa si anu lama betul ditoilet, jangan2 tertidur lagi, setelah dicek bersama ternyata benar kejadian tertidur di toilet terulang lagi.
Pak kyai hanya senyum saat ditanya; "kenapa bisa begitu ya pak kyai? Beliau cuma menjawab; "mungkin yang disana itu memang sukanya tidur". Hanya begitu tanpa mau menjelaskan detailnya.
Akhirnya aku yang merasa lelah cari tempat untuk berbaring istirahat, tiba2 aku merasakan sesuatu yang memukul-mukul punggungku dari dalam tanah tempatku tiduran,
Ah pegel2 ini mungkin, aku cari posisi lagi yang nyamanku berubah tempat,
Kembali lagi seperti ada yang menusuk kulitku dari bawah lantai itu.
Aku lihat mas agus dan pak kyai senyum2, lalu aku pun bertanya; "pak ini perasaanku atau apa ya kug kayak ada yang mukul-mukul dari dalam lantai ini?.
Sambil menghela nafas pak kyai berkata: "kalau sudah tahu dirinya sensitif itu ya tinggal dijaga dengan adab doa dan sopan santun, jangan pura2 tidak perduli padahal tahu dan merasakan....
"Maksudnya gimana pak kyai?
"Dibawah tempatmu berbaring itu sudah lebih duluan ada yang berbaring tapi tempatnya didalam tanah" kalau kamu merasakan tinggal kirim Salam dan jaga Adab, mudah2an dimana tempat dirimu nyaman aman.
Lalu pak kyai bertanya lagi: "eko kamu lahir dimana?.
Aku jawab; "ditangerang pak kyai..
Lalu pak kyai pun berkata; "Pantesan ada baunya Banten, Dasar Anak Banten pecicilan"
Aku bilang; "aku cuma lahir saja disana pak kyai tapi rumah pindah2 dan orang tua dari jawa tengah..
Pak kyai tidak meneruskan lagi respon kata2ku cuma manggut2 senyum2,
Lalu pak kyai pun mengajakku ngobrol santai bersama mas agus yang daritadi sudah duluan ngobrol.
Kali ini perbincangannya tentang hal2 yang diluar nalar pengetahuanku, mulai keadaan gaib digunung merapi sampai laut selatan, aku cuma diam menyimak saja yang mereka bicarakan.
Dari salah satu pembicaraan itu yang aku ingat adalah perkataan pak kyai yang bernasehat agar kami hati2 lebih mawas diri karna sudah dekat waktunya bumi terguncang di daerahnya sini, Insyaa Allah seperti janjiNya; Dia tidaklah akan membinasakan suatu negeri dimana didalamnya ada orang2 yang beriman. (Kutipan dari Ayat Al-Quran).
Maka jagalah Iman kalian wahai para mujahid muda jagalah ukhuwah jangan berpecah belah jangan sembrono jangan gampang terhasut tipudaya setan, Ilmu itu hanya satu milikNya, kita harus bisa belajar agar dapat menjalankan Ujiannya dengan baik dan benar dan jadi orang yang selamat.
Begitulah nasehat pak kyai kepada aku dan mas agus.
Singkat cerita esoknya kami pamit kembali ke semarang (padahal kami rencana mau weekend di yogya), tapi karna pak kyai bilang "sudah cukupkan jalan2 kalian disini, balik dan jangan mampir2 lagi langsung pulang ke semarang ya mudah2an selamat" begitulah pesannya.
Maka dengan rasa yang puas karna bisa bertemu pak kyai yg dituju,
Dalam perjalanan pulang itu mas agus bercerita; "pak kyai itu jarang orang bisa bertemu dan mau ditemui orang2 yg datang,
Dan tempat rumahnya berdiri itu adalah areal pemakaman tua yg sudah rata dengan tanah, makanya penduduk yang tau gak berani bangun rumah disitu, itulah sebabnya rumah beliau berjauhan daru rumah yang lainnya.
Alhamdulillah senang rasanya telah diberi waktu KebaikanNya untuk silaturahmi kepadanya dan banyak mendapat wejangan yang berharga.
Sehari hari berlalu sejak dari yogya, pagi hari itu sekitar jam 06.00 WIB kalau tidak salah, terjadi gempa bumi yang sangat terasa sekali di semarang, aku yang masih asyik tiduran sampe kaget karna ranjangku bergoyang hebat, setelah aku cek ricek ternyata pusatnya di bantul yogya.
Seketika aku langsung teringat kata pak kyai bahwa bumi akan bergoncang, dan aku ingat rumah beliau didaerah pusat gempa, astaghfirullah aku hubungi mas agus tapi sibuk terus,
Agak siangan aku coba kembali cari info ke mas agus, masya Allah kata mas agus; "alhamdulillah pak kyai dan keluarganya selamat dan rumahnya cuma retak2 tidak sampai roboh, cuma sumurnya benar2 amblas sekarang katanya.
Denger2 dari mas agus; pak kyai dari subuh mengajak istri dan anaknyanya tidak beranjak dari tempat mereka salat untuk berdzikir sampai gempa itu terjadi dan mereka selamat".
Subhanallah, Begitulah perjalanan singkatku didaerah bantul yang sungguh banyak berkesan dalam Pelajaran spiritualku.
Tamat
Eko yudo heriyanto
Komentar
Posting Komentar